by

Tips Cara Mengajukan Kredit Rumah Bekas Yang Mudah dan Aman

Cara mengajukan kredit pemilikan rumah atau KPR untuk rumah second tentu sangat berbeda dengan prosedur KPR rumah baru. Ada beberapa tips khusus Cara Mengajukan Kredit Rumah Bekas yang harus diperhatikan :

Ajukan KPR Rumah Bekas Setelah Negosiasi Harga

Mengajukan KPR rumah bekas sebaiknya dilakukan sesudah terjadi deal harga yang di sepakati  dengan penjual. Supaya harga tidak jauh berbeda dengan harga di pasaran, sebaiknya kita melakukan survei terlebih dahulu. Survei serupa juga akan dilakukan bank untuk  menentukan plafon KPR.

Baca juga : Syarat Pengajuan KPR Yang Perlu Untuk Diketahui

Sesudah negosiasi harga selesai, segera siapkan persyaratan pengajuan KPR rumah bekas ke bank. Berkas persyaratan pengajuan KPR rumah bekas sebaiknya diserahkan lengkap, supaya  proses pemeriksaan dan juga persetujuan KPR oleh bank lancar.

Tips Cara Mengajukan Kredit Rumah Bekas
Tips Cara Mengajukan Kredit Rumah Bekas

Pengecekan Notaris

Sesudah berkas aplikasi KPR rumah bekas diserahkan ke bank, bank akan segera melakukan appraisal (penilaian) terhadap harga rumah, dan sekaligus juga memberikan kuasa pada notaris untuk melakukan pengecekan keabsahan surat-surat dokumen rumah serta tanah yang ditinjau, diantaranya adalah sertifikat tanah, IMB, dan PBB.

Pengecekan yang dilakukan oleh notaris akan memberikan jaminan keamanan hingga dapat  terhindar dari tindak penipuan oleh penjual rumah. Bila surat-surat rumah diragukan, maka notaris juga berhak menginformasikan pada bank bahwa rumah tersebut tidak layak beli sehingga bank akan menolak aplikasi KPR rumah bekas yang kita ajukan.

Namun bila menurut notaris surat-surat telah valid, maka bank akan menilai kita apakah layak mendapat pinjaman KPR atau tidak, kemudian kita dan penjual akan diundang untuk melakukan akad kredit KPR di depan notaris.

Kemudian setelah itu, pihak Bank akan membayarkan transaksi jual beli ke pihak penjual yang besarnya sesuai dengan batas kredit yang disetujui, dengan nilai 60% sampai 80% dari harga rumah sesuai taksiran bank. Sisanya kita sendiri yang mesti membayar kepada pihak penjual sebagai uang muka atau DP.

Dana

Terdapat dua kelompok biaya yang mesti kita siapkan sebagai pembeli rumah bekas. Pertama, biaya yang terkait langsung dengan proses KPR seperti biaya transaksi, biaya notaris, biaya provisi bank, biaya asuransi kebakaran, dan biaya asuransi jiwa. Kedua, biaya yang terkait dengan proses transaksi (termasuk di dalamnya Biaya Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan atau BPHTB). Total biaya jual beli rumah tambahan yang mesti kita anggarkan adalah 5% dari total harga rumah.

Perjanjian Tambahan

Sebagai upaya untuk lebih memperkuat posisi kita dalam hukum, kita dapat membuat perjanjian dengan penjual, tertulis hitam diatas putih, terkait dengan harga rumah bekas yang telah ditetapkan supaya tidak berubah dan juga waktu pengosongan rumah oleh penghuni lama atau penjual.

Demikian tips Cara Mengajukan Kredit Rumah Bekas lewat bank yang bisa kita lakukan. Semoga dapat bermanfaat dan melengkapi referensi anda.

About Author: Tracie Aulia

Gravatar Image
Personal blogger - Hobi memasak, crafting dan travelling. Suka sekali menulis untuk sekedar berbagi informasi dan menuangkan pikiran kedalam sebuah tulisan, semoga bermanfaat.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 comment