by

10 Foto dan Kebenaran 3 Mitos Tamansari Jogja Paling Sensasional

Tamansari Jogja – Jika anda pergi ke Jogja, belum lengkap rasanya jika anda tidak berkunjung ke tempat wisata Tamansari jogjakarta. Tamansari Jogja menjadi tujuan destinasi wisata yang sangat digemari oleh masyarakat. Bangunannya membuat kita merasa sedang di urk seperti halnya film descendant of the sun. Selain itu, kesegaran air di dalamnya juga membuat mata sejuk. Belum lagi terowongan dan spot-spot foto lain yang instagramable.

Baca juga : 10 Foto dan Ulasan Wisata Taman Tebing Breksi Yogyakarta Paling Lengkap

Kebenaran 3 Mitos Tamansari Jogja Paling Sensasional
Kebenaran 3 Mitos Tamansari Jogja Paling Sensasional

Jika anda ingin menikmati destinasi wisata sekaligus belajar mengenai sejarah. Tamansari jogja adalah pilihan yang tepat untuk anda. Anda bisa menemukan banyak fakta dan mitos yang dipercayai oleh masyarakat setempat.

Lalu, apa saja sih mitos dari Tamansari jogja. Sebelum membahas lebih jauh mengenai hal tersebut, mari kita simak sedikit review mengenai sejarah Tamansari jogja, lokasi, dan harga tiket masuk.

Sejarah Tempat Wisata Tamansari Jogja

Sejarah Tempat Wisata Tamansari Jogja
Sejarah Tempat Wisata Tamansari Jogja

Tamansari dibangun pada masa pemerintahan Sultan Hamengku Buwono ke I yaitu sekitar tahun 1758-1765. Tamansari dibangun berjarak 1 km dari alun-alun atau kraton utara yogyakarta. Tamansari dibangun dari bekas kraton lama yaitu pesanggrahan Garjitawati. Awalnya adalah persinggahan kereta kuda yang akan menuju Imogiri.

Arsitek Tamansari adalah orang Portugis yaitu Demang Tegis. Demang Tegis ketika membangun Tamansari memadukan arsitektur Jawa dan Portugis.

Sejarah Tempat Wisata Tamansari Jogja 1
Sejarah Tamansari Jogja

Tamansari sendiri adalah tempat peristirahatan Sri Sultan Hamengku Buwono I dan keluarganya. Tamansari menjadi tempat peristirahatan Sri Sultan ketika jenuh atau pusing memikirkan urusan atau permasalahan kenegaraannya.

Bangunan Tamansari juga terdiri dari terowongan-terowongan. Menurut sejarah terowongan ini dibangun agar ketika terjadi peperangan masih ada tempat pertahanan.

Menurut cerita, Yogyakarta pernah mengalami peperangan dengan Inggris, para pangeran kraton Yogyakarta berhasil melarikan diri dari istana yang saat itu dikepung oleh pasukan Inggris lewat terowongan tamansari ini.

Lokasi Tamansari Jogja yang Istimewa

Lokasi Tamansari Jogja yang Istimewa
Lokasi Tamansari Jogja yang Istimewa

Lokasi Tamansari tidak jauh dari kraton utara Yogyakarta yaitu sekitar 1 km, di dekat alun-alun selatan Yogyakarta. Anda bisa masuk melalui pasar yang ada tepat di pertigaan (jika dari arah alun-alun utara). Tepatnya, Tamansari terletak di Jalan Ngasem Yogyakarta.

Lokasinya yang dekat dengan dua kraton membuat Tamansari adalah destinasi wisata kerajaan yang wajib anda kunjungi jika berkunjung ke Yogyakarta.Jika anda tidak ingin lelah berjalan kaki, anda bisa naik becak dari alun-alun utara ke Tamansari. Ongkosnya murah sekitar Rp.10.000-Rp.15.000.

Harga Tiket Masuk Tamansari Jogja dan Jam Bukanya

Harga Tiket Masuk Tamansari Jogja dan Jam Bukanya
Harga Tiket Masuk Tamansari Jogja dan Jam Bukanya

Tiket masuknya pun cukup murah, anda hanya perlu mempersiapkan uang sekitar Rp. 15.000 agar bisa masuk ke Tamansari Jogja. Tamansari buka dari pukul 08.00-17.00. Menjadi keunikan dari tempat wisata ini adalah tidak meghilangkan area pemukiman penduduk.

Nah, di atas adalah sedikit informasi mengenai Tamansari Jogjakarta. Lebih lengkapnya, anda bisa menyewa guide yang ada di sana, atau membacanya dari buku-buku sejarah kerajaan.

3 Mitos Tamansari Jogja Paling Sensasional

3 Mitos Tamansari Jogja Paling Sensasional
3 Mitos Tamansari Jogja Paling Sensasional

Segala hal yang bersangkutan dengan sejarah sebuah tempat pasti ada fakta dan mitosnya. Apalagi bangunan kerajaan bersejarah Tamansari Yogyakarta ini yang sering kali dikaitkan dengan hal-hal ghaib.

Dalam artikel ini, akan dibahas mengenai beberapa mitos paling sensasional di Tamansari dan menguak apakah benar mitos tersebut. Mari kita simak  bersama-sama 3 mitos paling sensasional di Tamansari Jogja :

Mitos Lorong atau Terowongan yang Bisa Tembus ke Pantai Selatan (Pantai Parang Tritis)

Mitos Lorong atau Terowongan yang Bisa Tembus ke Pantai Selatan (Pantai Parang Tritis)
Mitos Lorong atau Terowongan yang Bisa Tembus ke Pantai Selatan (Pantai Parang Tritis)

Mitos yang pertama adalah mitos lorong/terowongan yang konon katanya jika dilewati bisa menembus ke pantai selatan.Oke mari kita bahas, terlepas dari apakah mitos ini benar atau tidak dahulu katanya ada seseorang yang berjalan mengikuti terowongan ini, ternyata dia sudah sampai di pinggiran parang tritis.

Tetapi, versi lain mengatakan bahwa ketika Jogja berperang dengan Inggris, seluruh kerajaan keraton dikepung, kemudian para pangeran diam-diam melarikan diri lewat terowongan yang ada di Tamansari ini.

Para pangeran melarikan diri ke Imogiri. Jarak antara Tamansari dengan Imogiri masih sekitar 3 km. Sekaligus tamansari dulunya merupakan tempat pemberhentian untuk menuji Imogiri.

Hal tersebut masih masuk akal terjadi dibandingkan dengan jarak antara Tamansari dengan parang tritis sekitar 24 km. Eits, tapi tunggu dulu, besar juga kemungkinan benteng pertahanan ini tidak hanya berbentuk terowongan tetapi juga berbentuk parit yang mengarah ke Kotagede.

Terlepas dari beberapa fakta di atas, perlu kita ketahui bahwa Sri Sultan sangat apik mendesain benteng pertahanan Kota Yogyakarta.

Mitos Sumur Gemuling Tempat Pertemuan Sri Sultan Hamengku Buwono I dan Nyi Roro Kidul

Mitos Sumur Gemuling Tempat Pertemuan Sri Sultan Hamengku Buwono I dan Nyi Roro Kidul
Mitos Sumur Gemuling Tempat Pertemuan Sri Sultan Hamengku Buwono I dan Nyi Roro Kidul

Mitos kedua adalah mitos sumur gemuling yang menjadi tempat pertemuan sri sultan dengan Nyi Roro Kidul. Hingga saat ini mitos tersebut masih sangat dipercaya.

Sumur Gemuling dahulunya dibuat sri sultan untuk bertapa. Selain itu, sri sultan memang sengaja membangun kraton lurus dengan sumbu imanijer yang menghubungkan antara pantai parang tritis dan gunung merapi.

Oleh karena itu, banyak masyarakat yang meyakini bahwa di tempat tersebut sri sultan bertemu dengan nyi roro kidul.

Mitos Bahwa Tamansari Adalah Tempat Sultan Hamengku Buwono I Menghabiskan Waktu dengan Para Putri

Mitos Bahwa Tamansari Adalah Tempat Sultan Hamengku Buwono I Menghabiskan Waktu dengan Para Putri
Mitos Bahwa Tamansari Adalah Tempat Sultan Hamengku Buwono I Menghabiskan Waktu dengan Para Putri

Terakhir mitos yang berkembang di masyarakat adalah sri sultan ke Tamansari untuk melihat putri mandi. Lalu, sri sultan melemparkan koin dan siapa yang mendapatkannya maka dia yang akan diajak.

Bahkan ada juga mitos yang mengungkapkan barang siapa yang berciuman di Tamansari maka hubungannya akan langgeng. Lho kok ? apakah memang benar adanya seperti itu ?.

Banyak pihak yang berkomentar soal hal ini. Salah satunya adalah Penghageng Kraton Yogyakarta yaitu KRT Jatiningrat.  Beliau menjelaskan bahwa fungsi utama Tamansari adalah tempat peristirahatan sri sultan dan keluarganya. Beliau juga membantah mitos yang beredar tersebut. Menurutnya mitos tersebut keterlaluan dan tidak benar adanya.

So, jangan terlalu percaya dengan apa yang sudah beredar ya. Perlu pengetahuan yang banyak dari beberapa pihak untuk mengetahui kebenarannya.

Tips Berkunjung ke Tempat Wisata Tamansari Jogja

Tips Berkunjung ke Tempat Wisata Tamansari Jogja
Tips Berkunjung ke Tempat Wisata Tamansari Jogja

Terlepas dari mitos dan fakta yang beredar Tamansari adalah salah satu destinasi wisata sejarah yang selalu indah dan menarik untuk dikunjungi. Maka tak heran banyak sekali turis baik lokal maupun internasional yang mengunjungi Tamansari ini.

.Di sisi lain, kita tetap harus menghargai sejarah. Jangan sampai melupakan sejarah para terdahulu. Karena bisa diambil kebaikan dan pesan moralnya. Tugas kita adalah melestarikan budaya tersebut. Jangan sampai hilang dari peradaban.

So, bagaimana bagi anda yang belum pernah mengunjungi Tamansari apakah anda sudah mempunyai niat untuk berkunjung ? dan bagi anda yang sudah berkunjung, apakah anda tertarik untuk mengunjunginya kembali. Selamat membaca dan berlibur. Sekian dan terimakasih.

Apakah Artikel ini Membantu Anda ?

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 comment